Zat pengoksidasi pada reaksi +
---->
+
adalah
. Zat pengoksidasi disebut juga oksidator. Zat pereduksi pada reaksi
+
---->
+
adalah
. Zat pereduksi disebut juga reduktor.
Pembahasan
Reaksi +
---->
+
Pada reaksi tersebut biloks Mg mengalami peningkatan dari 0 menjadi +2 sehingga Mg terjadi reaksi oksidasi. Pada reaksi tersebut biloks Al mengalami penurunan dari +3 menjadi 0 sehingga Al terjadi reaksi Reduksi.
Sehingga diperoleh
- Oksidator :
- Reduktor :
- Hasil Oksidasi :
- Hasil reduksi :
Reaksi +
+
---->
+
+
Pada reaksi tersebut biloks Cl mengalami peningkatan dari +5 menjadi -1 sehingga Cl terjadi reaksi reduksi. Pada reaksi tersebut biloks Mn mengalami peningkatan dari +4 menjadi +6 sehingga Mn terjadi reaksi oksidasi.
Sehingga diperoleh
- Oksidator :
- Reduktor :
- Hasil Oksidasi :
- Hasil reduksi :
--------------------------------------------------
Reaksi redoks terbagi menjadi dua yaitu
- Reaksi Reduksi
- Reaksi Oksidasi
Pengertian Reaksi reduksi dan reaksi oksidasi ada 3 macam, yaitu
- Berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen pada reaksi
- Reaksi oksidasi adalah reaksi yang terjadi proses pengikatan Oksigen
- Reaksi reduksi adalah reaksi yang terjadi proses pelepasan Oksigen
- Berdasarkan perpindahan elektron pada reaksi
- Reaksi oksidasi adalah reaksi yang terjadi proses pelepasan elektron
- Reaksi reduksi adalah reaksi yang terjadi proses penerimaan elektron
- Berdasarkan perubahan bilangan oksidasi ( Biloks)
- Reaksi oksidasi: adalah reaksi yang terjadi kenaikan bilangan oksidasi
- Reaksi reduksi: adalah reaksi yang terjadi Penurunan bilangan oksidasi
Zat reduktor adalah zat yang memngalami proses oksidasi . Sedangkan zat yang mengalami proses reduksi adalah zat oksidator.
Reaksi autoredoks adalah rekasi yang satu jenis unsur atau senyawa dalam suatu reaksi yang mengalami perubahan ( Kenaikan dan penurunan ) bilangan oksidasi (Biloks)
Bilang oksidasi adalah bilangan yang menunjukkan jumlah yang dapat dilepas, diterima ataupun digunakan bersama-sama agar dapat membentuk ikatan dengan berbagai unsur lainnya. Bilangan oksidasi lebih dikenal dengan istilah BILOKS.
Untuk mengetahui jumlah bilangan oksidasi suatu unsur atau suatu senyawa. Terlebih dahulu kita harus memahami ketentuan-ketentuan menghitung bilangan oksidasi. Berikut beberapa ketentuan dalam bilangan oksidasi:
- Bilangan oksidasi suatu unsur bebas adalah nol ( 0). Contohnya bilangan oksidasi natrium dalam Na adalah nol
- Bilangan oksidasi masing-masing atom-atom penyusun suatu molekul atau senyawa netral adalah nol (0). Contohnya bilangan oksidasi untuk Cu dan O dalam CuO adalah nol (0)
- Bilang oksidasi suatu ion monoatomik adalah sesuai dengan jumlah muatannya . Contohnya bilangan oksidasi untuk Na dalam Na+ adalah +1
- Bilang oksidasi suatu ion poliatomik adalah sesuai dengan jumlah muatannya
- Bilangan oksidasi untuk unsur golongan IA ( Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) adalah +1
- Bilangan oksidasi untuk unsur golongan IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) adalah +2
- Bilangan oksidasi untuk unsur golongan IIIA (B, Al, Ga, In, Ti) adalah +3
- Bilangan oksidasi untuk Hidrogen ( H) adalah +1 kecuali untuk senyawa hidrida logam bilangan oksidasi Hidrogen adalah -1 contohnya pada
- Bilangan oksidasi untuk Oksigen ( O) adalah -2 kecuali untuk senyawa pereksida bilangan oksidasi Oksigen adalah -1 contohnya pada
- Bilangan oksidasi senyawa halogen ( F, Cl, Br, I) pada umumnya adalah -1
Pelajari lebih lanjut
- Materi tentang identifikasi reaksi oksidasi, di link
- Materi tentang oksidator, reduktor, hasil oksidasi dan hasil reduksi, di link
- Materi tentang identifikasi reaksi reduksi dan reaksi oksidasi, di link
- Materi tentang pengertian reaksi oksidasi dan reaksi reduksi, di link
- Materi tentang reduktor da oksidator pada reaksi redoks, di link
=========================================
Detail jawaban
Kelas : 10
Mata pelajaran: Kimia
Bab : Reaksi Redoks
Kode soal : 10.7.6
Kata kunci : Bilangan oksidasi, Biloks, aturan bilangan oksidasi, reaksi redoks, Reduksi, Oksidasi , oksidator, reduktor