Apa isi dari kebijakan Politik Etis

Isi dari kebijakan Politik Etis:

  1. Edukasi: pendirian lembaga pendidikan untuk mendidik rakyat Idonesia, seperti sekolah kedokteran STOVIA di Batavia
  2. Irigasi: pembangunan saluran pengairan dan waduk untuk lahan pertanian dan perkebunan
  3. Imigrasi: perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduknya, untuk menjadi pekerja perkebunan milik Belanda

Pembahasan:  

Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang berpendapat bahwa Belanda harus bertanggung jawab bagi kesejahteraan pribumi. Pemikiran ini merupakan kritik dan reaksi terhadap Sistem Tanam Paksa.

Meski keuntungan yang didapat pengusaha dan pemerintah Belanda dari Sistem Tanam Paksa sangat besar, penduduk asli Indonesia harus menderita karena harus bekerja dengan gaji kecil dan kondisi berat.

Hal ini mendorong tokoh di Belanda, seperti Pieter Brooshooft (wartawan Koran De Locomotief) dan Conrad Theodore van Deventer (politikus), dan penulis Multatuli (nama asli Eduard Douwes Dekker) untuk menerapkan suatu “Politik Balas Budi”, sebagai tanggung jawab moral bangsa Belanda terhadap rakyat Indonesia.

Dalam Politik Etis ini Belanda menerapkan tiga kebijakan yaitu:

1. Edukasi (pendidikan)

Edukasi dilakukan dengan membangun lembaga pendidikan modern di Indonesia, misalnya adalah Technische Hogereschool te Bandung (THS, Sekolah Teknik Bandung, sekarang ITB) Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA, sekolah pegawai negeri) dan School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA, sekolah dokter)

Namun pendidikan ini hanya terjangkau bagi para kalangan bangsawan (priyayi) atau orang terpandang saja.  

2. Irigasi (pembangunan saluran pengairan)

Irigasi dilakukan dengan membangun waduk, bendungan dan saluran irigasi untuk mengairi lahan perswahan dan perkebunan. Misalnya adalah waduk Prijetan, yang Irigasi di zaman Belanda di Lamongan, Jawa Timur serta jaringan irigasi di Sidoarjo dengan memanfaatkan sungai Brantas tahun 1848

3. Imigrasi (perpindahan penduduk)

Transmigrasi dilakukan dengan memindahkan penduduk dari Jawa yang padat untuk bekerja di perkebunan Belanda di luar Jawa, yang jarang penduduknya. Kebijakan ini juga disebut dengan Transmigrasi. Program ini menguntungkan Belanda sebab pengusaha perkebunan Belanda mendapatkan buruh pekerja untuk lahannya.   Transmigrasi dimulai dari masa Belanda pada tahun 1905, saat 155 keluarga dari Jawa dipindah ke Gedong Tataan di Lampung.

Pelajari lebih lanjut

1. Sebutkan program Trilogi Van Deventer!

brainly.co.id/tugas/20976269

2. Apa yang menjadi alasan Van Deventer menyampaikan usulannya tentang Politik Etis (politik Balas Budi) terhadap masyarakat di Hindia Belanda?

brainly.co.id/tugas/20976269

Detail Jawaban:

Kelas: V

Kode: 5.10.5  

Mata pelajaran: IPS    

Materi: Bab 5 - Perjuangan pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang

Kata kunci: Politik Etis

LihatTutupKomentar