PERUNDINGAN LINGGARJATI
Latar Belakang : Adanya keinginan pihak Inggris untuk menjadi perantara antara Indonesia dan Belanda yg bertikai.
Hasil Perundingan :
a) Belanda mengakui de facto
kekuasaaan RI atas Sumatera, Jawa, dan
Madura
b) Belanda dan RI bersama-sama
menyelanggarakan berdirinya Negara
Indonesia Serikat
c) Negara Indonesia Serikat tetap
bekerja sama dengan pemerintah
Belanda dengan membentuk Uni-
Indonesia Belanda dengan Ratu Belanda
sebagai kepala Uni
Manfaat Perundingan : Belanda telah mengakui wilayah kekuasaan RI atas Sumatera, Jawa, dan Madura
PERUNDINGAN ROEM-ROYEN
Latar Belakang : Terjadinya Agresi Militer Bld II (19 Sept 1948) menimbulkan reaksi yang cukup keras dari Amerika Serikat dan Inggris, bahkan PBB.Sebagai reaksi dari Agresi Militer Belanda, PBB memperluas
kewenangan KTN. Komisi Tiga Negara diubah menjadi UNCI. UNCI (United Nations Commission for Indonesia) .UNCI dipimpin oleh Merle Cochran (Amerika Serikat) dibantu Critchley (Australia) dan Harremans (Belgia). Hasil kerja UNCI di antaranya mengadakan Perjanjian Roem-Royen antara Indonesia Belanda.
Hasil Perundingan :
a. Perhentiantembak menembak
b. Pengembalian RI ke Yogya
c. Segera diadakan KMB di Den Haag
Akibat Perundingan : Pemerintahan RI kembali ke Yogyakarta pada tanggal 13 Juli 1949 diadakan sidang kabinet yang menghasilkan keputusan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono IX diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Koordinator Keamanan.