Mekanismenya adalah sebagai berikut :
- Kelelawar akan mengeluarkan bunyi ultrasonik dengan kecepatan tinggi.
- Bunyi ultrasonik dari kelelawar akan terpancar ke segala arah.
- Jika bunyinya mengenai benda keras maka akan terpantul lebih jauh.
- Jika bunyinya tepat mengenai mangsanya yang bertubuh agak lunak maka akan berbalik arah dengan tepat pula ke kelelawar.
- Untuk kembali memastikan, kelelawar akan memancarkannya sekali lagi kemudian dapat mengetahui posisi mangsa secara tepat.
Apa itu Ekolokasi
Kelelawar adalah salah satu mamalia terbang yang beraktivitas pada malam hari (nokturnal). Walaupun demikian, penglihatan kelelawar ini sangat buruk sehingga ia mengandalkan bunyi pantul yang ia hasilkan yang sering disebut ekolokasi. Ekolokasi adalah kemampuan suatu hewan untuk dapat memperoleh gambaran tempat dari mangsanya dengan menggunakan bunyi pantul. Bunyi yang diciptakan kelelawar ini adalah bunyi ultrasonik yang dapat menyebar lebih jauh. Namun, ekolokasi yang digunakan kelelawar tidak hanya untuk mencari makanan namun untuk mengetahui halangan atau rintangan yang ada di sekitarnya. Sistem ekolokasi pada kelelawar inilah yang menginspirasi manusia untuk menciptakan sistem sonar.
Apakah Hanya Kelelawar yang Dapat Berekolokasi ?
Tidak, beberapa hewan lain juga memiliki kemampuan untuk melakukan ekolokasi. Sebagai contoh adalah lumba-lumba yang mengeluarkan decitan keras untuk mendeteksi makanannya berupa ikan-ikan kecil. Begitu juga pada paus yang menggunakan ekolokasi sebagai alat pendeteksi mangsa dan bahaya dalam air.
Detail Soal :
Kelas : 6
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Materi : Bab 1 - Ciri Khusus Makhluk Hidup
Kata Kunci : Kelelawar; Ekolokasi; Sonar; Mekanisme Ekolokasi
Kode Kategorisasi : 6.4.1
Pelajari Lebih Lanjut:
#OptiTeamCompetition
#TigkatkanPrestasimu